Bedah Portofolio: Mengapa Kertanegara Residence Terasa Terbuka dan Nyaman
Kertanegara Residence sering jadi contoh ketika orang bertanya: “Bagaimana rumah di Jakarta bisa terasa begitu terbuka dan nyaman?” Jawabannya ada pada pendekatan desain yang menggabungkan arsitektur pavilion kontemporer dengan elemen modern — menitikberatkan pada material alami, cahaya, dan ventilasi.
Artikel ini mengulas salah satu proyek portofolio desain interior kami di Mira Prihatini — Kertanegara Residence (detail proyek: portofolio Kertanegara Residence). Bukan sekadar showcase, tapi bukti bahwa desain yang baik bisa mengubah persepsi ruang secara fundamental: sirkulasi terbuka, material alami, dan cahaya yang menghubungkan ruang dalam dan luar.
Konsep: pavilion kontemporer bertemu kenyamanan modern

Kertanegara Residence dirancang dengan filosofi pavilion yang terbuka — sirkulasi udara mengalir dari ruang luar ke dalam tanpa hambatan visual. Material alami seperti kayu dan batu mendominasi, menciptakan kehangatan tanpa membuat ruang terasa gelap.
Cahaya alami dari jendela besar dan ventilasi silang membuat ruangan terasa hidup sepanjang hari. Hasilnya: keseimbangan antara sophisticated classic modern dan kenyamanan kontemporer yang terasa begitu Anda melangkah masuk.
Sirkulasi terbuka: menghilangkan batas dalam-ruang

Salah satu keputusan desain terpenting di Kertanegara Residence adalah menghilangkan dinding-dinding pembatas yang menciptakan kotak-kotak sempit. Sebagian besar area menggunakan partisi visual — perubahan ketinggian lantai, perbedaan material, dan bukaan lebar — untuk memisahkan zona tanpa menutup ruang.
Efeknya langsung terasa: dari foyer, mata bisa menembus hingga ke area belakang rumah. Ruangan terasa dua kali lebih luas dari ukuran sebenarnya, dan udara mengalir tanpa hambatan.
Material alami sebagai elemen utama

Kayu pada plafon dan dinding, batu alam pada aksen, dan tekstur kain pada furnitur — setiap material dipilih bukan hanya untuk estetika, tapi untuk pengalaman sensorik. Kayu memberikan kehangatan, batu memberikan grounding, dan kain memberikan kelembutan.
Pemilihan material ini juga berdampak pada pencahayaan: permukaan alami memantulkan cahaya secara berbeda dari dinding putih biasa, menciptakan kedalaman visual yang membuat ruangan terasa lebih hidup.
Harmoni dalam-ruang dan luar-ruang

Kertanegara Residence dirancang untuk menghilangkan batas antara area dalam dan luar. Taman belakang yang terlihat dari ruang keluarga melalui kaca besar menciptakan ilusi ruang yang meluas. Ventilasi silang antara jendela depan dan belakang membuat udara segar mengalir sepanjang hari.
Ini bukan sekadar estetika — ini adalah respons terhadap iklim tropis Jakarta. Dengan sirkulasi yang tepat, rumah terasa sejuk tanpa AC sepanjang hari, dan cahaya alami mengurangi kebutuhan lampu pada siang hari.
Hasilnya: rumah yang terasa lebih besar dari ukurannya

Kertanegara Residence membuktikan bahwa desain interior bukan tentang menambah atau mengurangi ruang — ini tentang mengatur bagaimana ruang dialami. Setiap keputusan desain, dari pemilihan material hingga penempatan bukaan, berkontribusi pada satu tujuan: menciptakan rumah yang terasa terbuka, nyaman, dan harmonis.
Pemilik rumah mengatakan hal yang paling mereka suka: “Rumah terasa lega, tapi tetap hangat.” Itu adalah kombinasi yang sulit dicapai — dan tidak memerlukan renovasi besar.
Baca juga: Checklist Sebelum Konsultasi Desain Interior dan Proses Desain Interior 7 Tahap: Panduan Praktis untuk persiapan dan pemahaman tahapan proyek Anda.
FAQ
Apakah konsep pavilion kontemporer bisa diterapkan di rumah lain?
Bisa, tapi harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan arsitektur rumah. Kuncinya adalah sirkulasi udara dan pencahayaan alami — bukan sekadar menghilangkan dinding.
Berapa perkiraan biaya untuk perubahan seperti ini?
Perubahan di Kertanegara Residence fokus pada pengaturan ulang tata ruang, pemilihan material alami, dan pencahayaan — bukan renovasi total. Biayanya jauh lebih rendah daripada membongkar seluruh rumah.
Apakah material alami cocok untuk iklim tropis?
Ya, justru lebih baik. Material alami seperti kayu dan batu memiliki sifat termal yang lebih baik dari sintetik — mereka “bernapas” dan membantu mengatur suhu ruangan.
Berapa lama proses desain seperti ini?
Untuk Kertanegara Residence, proses desain hingga implementasi memakan waktu 8 minggu — termasuk 3 minggu untuk konsep dan pemilihan material.
Apakah Mira Prihatini menerima proyek serupa?
Ya. Setiap proyek dimulai dari konsultasi tentang bagaimana Anda tinggal di rumah itu — bukan dari ukuran rumahnya.
Kertanegara Residence adalah bagian dari portofolio desain interior Mira Prihatini — contoh nyata bagaimana sirkulasi terbuka, material alami, dan cahaya bisa membuat rumah terasa lebih besar dari ukurannya, tanpa renovasi besar. Lihat proyek lengkapnya di portofolio Kertanegara Residence. Kalau Anda punya tantangan ruang serupa, tim desain interior kami siap membantu sejak tahap discovery.